Senin, 08 Maret 2010

Nasionalisme : Merongrong Masyarakat Dengan Jiwa Gotong Royong

Setiap bangsa memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Keunikan ini dapat terlihat dari banyak hal seperti suku, bentuk wilayah, warna kulit masyarakatnya, sifat atau ciri yang dimiliki oleh masyarakat tesebut. Sebut saja orang Jepang terkenal dengan keuletannya dalam bekerja, orang Yahudi terkenal dengan kecerdasan otaknya dll. Ciri khas juga dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keberagaman suku dan budaya menjadi sumber keberagaman karakteristik orang Indonesia. Kepribadian terbentuk dari kondisi sukunya. Ada suku yang dikenal dengan kelembutannya, ada yang dikenal dengan sifatnya keras, ada pula yang dikenal dengan kepiawaian dalam berdagang dll.
Namun perbedaan karakteristik pada suku-suku tersebut bukan menandakan tidak ada ciri khas Indonesia secara umum. Satu dari sekian banyak ciri atau sifat orang Indonesia adalah gotong royong. Kata ini sering disebutkan dalam pelajaran kewaganegaraan ketika masih duduk di Sekolah Dasar. Gotong royong adalah suatu kondisi dimana satu sama lain saling membantu agar tercipta kebahagiaan dan kerukunan dalam hidup bermasyarakat. Soekarno pernah mengatakan dengan ciri gotong royong yang melekat dalam diri orang Indonesia maka Indonesia dapat menjadi negara yang kuat dan berprinsip. Gotong royong mengalahkan sifat mementingkan diri sendiri, gotong royong mampu menepis perbedaan dalam masyarakat, gotong royong memudahkan selesainya pekerjaan, gotong royong menjadi langkah maju secara bersama-sama dan bahu membahu mengejar ketertinggalan.
Salah satu budaya gotong royong yang sering dilakukan bangsa Indonesia adalah saat musim panen. Setiap orang secara bergantian membantu panen orang lain. Hari ini menyelesaikan panen si A, besok menyelesaikan panen si B, besoknya lagi bergantian menolong si C begitu seterusnya sampai selesai masa panen. Kebersamaan, persaudaraan, rasa memiliki, kepedulian tercermin dari sikap gotong royong tersebut.
Perkembangan zaman tanpa terasa mengikis karakter bangsa Indonesia dalam bergotong royong. Tradisi gotong royongpun sudah jarang terlihat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Saya ingat ketika masih kecil dulu, sering ada kegiatan membersihkan desa bersama seluruh warga masyarakat. Namun kebiasaan ini sudah tak terlihat lagi khususnya diperkotaan. Kegiatan membersihkan desa/lingkungan sekitar menjadi pekerjaan buruh yang dibayar. Sifat atau karakter ini sudah bergati wujud menjadi memikirkan diri sendiri. Tetap melakukan gotong royong namun untuk kepentingan diri sendiri.
Pudarnya jiwa Gotong-royong
Gotong-royong untuk kepentingan diri sendiri dapat dilihat dari tindakan para petinggi negeri ini. Di kalangan pejabat sendiri istilah gotong royong sudah menjelma menjadi gotong bohong. Mereka secara bersama-sama melakukan korupsi. Lihat saja seperti kasus BLBI, bersama-sama dari kalangan yang sama mengambil duit rakyat untuk diri sediri. Secara bersamaan mereka tolong menolong untuk membohongi dan menipu negara . Contoh lainnya adalah gotong royong dalam menghabisi nyawa orang lain. Mereka duduk bersama, memikirkan, menemukan cara yang tepat untuk menghabisi nyawa orang lain. Mereka bergotong royong untuk kepentingan masing-masing.
Adalagi semangat gotong royong yang terlihat mulia akan tetapi berbahaya. Gotong royong dijadikan sebagai kain penutup untuk kepentingannya sendiri. Ingat dengan kejadian Situ Gintung? Ketika tragedi itu terjadi, banyak calon pejabat dan pejabat berbondong-bondong datang untuk mengulurkan bantuan. Kita dapat melihat di televisi bagaimana mereka memberikan bantuan dan terjun langsung kelapangan untuk bertemu dengan para korban. Mulia bukan? Tapi tunggu dulu, itu terjadi di masa pemilu. Mereka berbodong-bondong untuk menarik simpati masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat memberikan hak pilih umtuk mereka. Kondisi ini menunjukkan harga yang harus dibayar untuk mau bergotong royong. Sekarang coba bandingkan dengan gempa bumi yang baru terjadi sebulan yang lalu. Adakah pejabat yang turun langsung kelapangan dan menolong para korban? Kalaupun ada mungkin hanya pemerintah setempat yang memang memiliki tanggungjawab terhadap para korban tersebut. Gotong royong tidak lagi menjadi tolong menolong untuk kepentinganmu namun sudah berubah menjadi kepentinganku.
Mengapa karakter gotong royong ini bergeser dari jiwa orang Indonesia? Ada beberapa alasan yang bisa saya kemukakan. Pertama, Orang Indonesia kurang mengenal jati diri bangsanya, pelajaran sejarah yang diperoleh di sekolah hanya dimengerti sambil lalu saja. Nenek moyang yang dipelajari senang gotong royong didengar masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Kedua, orangtua kurang mengajarkan gotong royong kepada anak-anaknya. Anak-anak dibiarkan bertumbuh dan dididik mengerjakan pekerjaan secara tersendiri. Hal ini mendidik untuk mandiri baik namun anak-anak jadi kurang peka terhadap kepentingan orang lain. Ketiga, persaingan dan tantangan jaman yang semakin ketat sehingga manusia diajak untuk berfikir menyelamatkan diri sendiri dari pada membantu orang lain untuk maju bersama. Keempat, perkembangan teknologi memudahkan manusia mengerjakan pekerjaannya tanpa harus dibantu oleh orang lain. Kelima, tidak ada lagi contoh yang bisa ditiru untuk semangat gotong royong ini. Para pemimpin yang seharusnya menjadi panutan malah lebih sering menimbulkan ejekan. Mereka sering duduk bersama, namun tidak bekerjasama. Hal yang sering terjadi adalah mengutamakan kepentingan kelompoknya daripada kepentingan bangsanya.
Gotong royong wujud dari nasionalisme
Orang sering mengartikan nasionalisme sebagai wujud cinta terhadap bangsanya. Wujud cinta tanpa tindakan sama saja dengan perkataan tanpa perbuatan yang berarti nol besar. Wujud cinta terhadap bangsa tidak harus dilakukan dengan tindakan yang besar seperti melakukan aksi unjuk rasa dengan alasan untuk menyuarakan suara rakyat. Wujud cinta tidak harus berupa memberikan jiwa raganya untuk bangsa dan negara (kalaupun ada yang melakukannya sungguh suatu bentuk wujud cinta yang mulia). Akan tetapi wujud cinta terhadap bangsa dapat dinyatakan melalui contoh-contoh sederhana. Salah satunya adalah menghidupkan kembali budaya gotong-royong di tengah tengah masyarakat.
Budaya gotong royong dapat diterapkan dalam setiap aspek dan setiap usia, namun mungkin bukan lagi dalam bentuk seperti jaman dahulu. Kebutuhan masa sekarang dengan masa dulu sudah berbeda. Keadaan sekarang dan dahulupun berbeda. Anak-anak yang mampu bersekolah dapat bergotongroyong menolong temannya yang kesulitan mengikuti pelajaran. Mereka dapat belajar bersama sehingga temannya yang kesusahan dapat tertolong. Para pemuda yang duduk sambil tertawa menyantap sepotong roti “Breadtalk” atau segelas “Starbucks” dapat bergotongroyong dengan membeli satu potong dan memberikan kepada anak jalanan. Dengan demikian, hal tersebut sudah menolong anak jalanan terhindar dari rasa lapar untuk hari itu. Pelajar sudah bergotongroyong menolong bangsanya ketika belajar dengan tekun dan menguasai ilmunya. Ibu-ibu atau para wanita yang senang berbelanja, sudah bergotongroyong dengan membelikan sepotong pakaian dari harga termurah dan memberi kepada pengemis yang mungkin tidak berganti baju dalam sebulan. Membayar pajak penghasilan oleh orang yang sudah memiliki pekerjaan tetap adalah salah satu bentuk gotong royong dll dll.
Budaya gotong-royong tidak hanya dapat diterapkan dari satu individu ke individu lainnya, namun dapat juga diterapkan dari satu sektor ke sektor lainnya. Sebagai contoh, sektor pertanian butuh sokongan dari sektor perhubungan, perindustrian dan perdagangan. Misalnya saja, produk pertanian yang akan dipindahkan dari produsen kepada konsumen. Jalan yang baik akan mendukung keberadaan dan keutuhan produk sampai di tempat tujuan dengan kondisi yang bagus. Nilai produk pertanian tersebut akan lebih tinggi ketika mampu diolah lewat industri sehingga memberinya nilai tambah. Harga produk tersebut akan menguntungkan bagi petani dan juga konsumen ketika tataniaganya bejalan dengan baik. Salah satu contoh yang sederhana, suatu bentuk gotong-royong dari sektor-sektor. Apa jadinya jika setiap sektor hanya berusaha sendiri? Maka produk pertanian akan mengalami penurunan, industri akan kekurangan bahan baku sehingga harus mengimpor yang akhirnya merugikan masyarakat sendiri.
Gotong royong akan menolong bangsa, mungkin bukan dalam waktu yang singkat namun mampu memberikan manfaat. Saat “gotong-royong” benar-benar digalakkan maka bukti dari kata-kata Bung karno di atas bisa terlihat. Dengan demikian ciri khas bangsa Indonesia yang bersifat gotong-royong tidak hilang dimakan oleh jaman, namun terlihat dalam menghadapi perkembangan untuk Indonesia yang lebih baik.

perbedaan mengalahkan rasa

Aku masih bisa menghitung kali keberapa hal ini kualami. Seluruh jari di salah satu telapak tanganku pun terlalu banyak untuk mewakilinya. Merasakan hal yag sama kembali meskipun tidak dengan akibat yang sama. Siap jatuh cinta berarti siap patah hati belum terlaksana di hati ini. hmm...setelah sekian lama aku tidak membuka hati, akhirnya aku merasa tertarik padanya. Seorang pria seumuran denganku, tidak terlalu tinggi namun jika disandingkan denganku cukup tinggi. Berkarakter kuat, cerdas dan berwibawa, cakep pastinyalah^^ satu hal lagi kepiawaiannya bermain alat musik tak usah diragukan.
Kesalahan yang dia buat adalah saat dia memberiku harapan ada rasa di dalam sana. Kesilapan yang kulakukan adalah saat kunci hati kuserahkan padanya dan kuijinkan untuk dibuka olehnya. Ahh...sedih hati ini jika mengingatnya. Aku sudah membawanya dalam doa. Sudah menyambut setiap perhatiannya. Namun ternyata untuk saat ini dia bukan untukku. Terlalu naïf dan terlalu cepat dulu membuka hati ini.
Aku ingin menangis dalam diam, agar mereka tak tahu bahwa aku menangis karenanya. Inginku menghindar darinya karena dia tak tau betapa aku tersiksa bila melihatnya. Sahabat, ah tampaknya tak bisa jadi sahabat, hanya bisa jadi teman. Mungkin hanya itu untuk saat ini meskipun aku butuh waktu untuk dengan tulus menjadikanmu teman. Andai perbedaan itu bukan masalah, mungkin akan lebih banyak cerita yang yang ditutur, akan lebih banyak kisah yang akan diukir, akan lebih banyak rasa tercipta yang tak dapat diukur.
Untukmu....
aku tidak menyesali setiap pertemuan,
setiap percakapan, setiap tawa dan canda yang pernah ada
Satu hal yang kusesali adalah aku tidak menyiapkan diri untuk patah hati.


Persamaan-persamaan yang tampak seakan membungkam perbedaan yang tersembunyi. Dan tanpa disadari perbedaan kecil itupun menjadi penghambat rasa yang hampir menyatu. Perbedaan itupun menjadi penyambung jatuh cinta menjadi patah hati. Dan perbedaan itu menjadi alasan pemisah rasaku dan rasamu. Berdoa yang terbaik bagimu dan aku percaya kaupun berdoa yang terbaik untukku..


...Tiada yang salah dengan perbedaan
Yang salah adalah sudut pandang kita
Yang tidak bisa disatukan dan diakurkan...

Nordenny ella, 22:30...6 maret 2010
Saat rasa tak dapat bersama goresan ini dan airmata menjadi buktinya..


***catatan iseng disaat heng (hahaha,maksa harusnya hang^^)..
***berdasarkan imajinasi yang pernah dirasakan oleh orang lain..

Selasa, 17 November 2009

coba-coba tes kepribadian =D

Hasil test tentang akuhhh..
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.

Your readiness to commit to a relationship:

You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

The seriousness of your love:

Your have very sensible tactics when approaching the opposite sex. In many ways people find your straightforwardness attractive, so you will find yourself with plenty of dates.

Your views on education

Education is less important than the real world out there, away from the classroom. Deep inside you want to start working, earning money and living on your own.

The right job for you:

You're a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you'll be set for life.

How do you view success:

You are afraid of failure and scared to have a go at the career you would like to have in case you don't succeed. Don't give up when you haven't yet even started! Be courageous.

What are you most afraid of:

You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

mengabaikan kata menyerah

Masa tingkat akhir tidak se-enak yang kubayangkan (dulu aku berfikir masa tingkat akhir itu masa yang indah, banyak waktu luang karena tidak ada lagi kuliah, hanya mengerjakan 5 SKS dibandingkan dengan kuliah biasa yang sampai di atas 20 SKS, bisa main sepuasnya, dan bisa diselesaikan dengan taget yang sudah ditetapkan..), namun harapan tidak sesuai kenyataan (hehehehe ;p lebayy..)
banyak waktu kosong itu benar, namun ternyata banyak kesempatan untuk hal lain tidak benar..
masa-masa ini menimbulkan musim baru dalam diriku, musim fluktuasi..mulai dari fluktuasi perasaan, fluktuasi semangat, fluktuasi harapan, fluktuasi bersosialisasi dengan orang lain..
ada saatnya aku mendapati semangatku tertinggal di dasar, dan membuatku malas beranjak menyentuh tumpukan kertas dan mengubahnya menjadi tumpukan kertas yang berguna dan segera diselesaikan..
posisi semangat itu berada di dasar saat aku mendapati kesulitan akan tugas akhir ini ( sampai saat ini aku baru mengerti mengapa orang bisa berubah saat bersentuhan dengan yang namanya skripsi=))..
kesulitan yang tak pernah terfikirkan olehku, kesulitan yang tak pernah ada di benakku, kesulitan yang masih melilit pikiranku sampai saat ini..hah, ternyata semua tidak segampang yang kuduga..
Beberapa kali pernah berkenalan dengan kata menyerah, yang akhirnya membawaku masuk dalam kondisi diri yang terpurukk(hehheee..)..terpuruk dalam kesendirian (bisa menghabiskan waktu seharian di kamar, tanpa berinteraksi dengan orang lain, dapat menghasilkan ribuan derai air mata yang terlampiaskan lewat tangis yang tak bersuara ( takut kedengaran dengan tetangga kamarku ;p), mengacuhkan orang disekitarku dan menjadi sedikit tidak peduli dengan kondisi mereka dan keterpurukan-keterpurukan lainnya..( sebenarnya tidak terpuruk seperti pengertian terpuruk yang sesungguhnya..;p hehehheee)..
Beberapa hari ini ( dengan kondisi diri yang masih sedikit cipritan tidak bersemangat) aku diingatkan melalui saat teduhku..)
Kemarin belajar bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan anakNya sendiri..(dikuatkan namun masih tersisa pertanyaan iyakah???.Lalu hari ini diingatkan untuk fokuss...Fokus pada kuasa Allah bukan fokus pada masalah...
Dikuatkan pastinya, namun (ah, selalu ada kata namun), saat aku belum melihat secercah pemecahan dari persoalan TA ku....
Saat ini aku sedang berfikir untuk mengabaikan kata menyerah, mengabaikan pemikiran bahwa ini sulit, mengabaikan bahwa ini akan lama terselesaikan..
ya, aku mengabaikaknnya..
dan aku akan menggantikannya dengan harapann..
harapan akan ada penyelesainnya nanti, harapan bahwa akan ada mujizat di balik persoalan ini, harapan bahwa semua akan baik-baik saja..
Harapan yang akan terus aku pupuk, sehingga mampu mengusir kata menyerah yang pernah timbull
mengabaikan kata menyerah berarti tidak akan memberikan lagi kesempatan padanya untuk hadir kembali..
hehehhehehee
aku bisa aku pasti bisa..( bersama Tuhan tentunya..)..=p

Selasa, 13 Oktober 2009

"surat untukmu sahabat"

Ini adalah sepenggal kisah yang ingin kubagikan padamu. Cerita yang “menggangguku” dan aku butuh tempat untuk membaginya. Cerita untukmu sahabatku.
“Aku pergi ya”, kataku meninggalkan teman yang sedang membereskan kamarnya. Beberapa hari ini aku menginap di tempatnya, karena jarak dari kosannya ke tempat penelitianku tidak begitu jauh. Dengan demikian, dapat mengurangi keletihanku selama penelitian(hal itu yang menjadi alasanku sehingga aku memutuskan menginap di Bandung). Baru saja keluar dari kosan, silau matahari pagi langsung menyapaku dan kusambut dengan sedikit keluhan,,”aduh panas sekali hari ini. Akan tetapi, mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela aku harus melewati terik yang menggigit itu.
Perjalanan pun dimulai, entah karena aku yang kurang enak badan, atau karena panas matahari yang sengit sehingga menggangu kenormalan tubuhku. Kepalaku mulai menunjukkan gelagat ketidaksukaan terhadap panas hari itu. Pusing, berat dan jadi pangling. Namun, dalam diri kutekadkan, “hati yang gembira adalah obat” sambil berseru kepada diri sendiri dan mempengaruhi pikiran sendiri. Percaya atau tidak, langkah ini mujarab dan berhasil. Rasa pusing itu hilang dan diganti dengan rasa senang.
Pekerjaan pun dimulai
Dia atau tepatnya beliau berusia 71 tahun( dapatkah kau bayangkan bagaimana kondisi tubuhnya). Tua, pendengaran yang mulai berkurang, mata yang terus berair, berjalan dengan terbungkuk. Kulit yang mulai keriput dan tenaga yang mulai melemah. Beliau membuka pintunya dan menyuruhku masuk(saat itu aku melihat ada harapan di balik tatapannya).
Beliau pun mulai bercerita,”setiap hari Bapak bangun subuh neng, narik becak. Kadang sehari cuman dapat Rp 20000 saja. Bapak lebih sering menarik sampai siang aja, soalnya ngga kuat lagi kalau sampai sore. Bapak suka bingung neng, kalau hasil dari naik becak hanya dapat segitu, Cuma bisa beli beras dua kilo, padahal cucu Bapak teh banyak. Mereka sering makan di tempat Bapak.
Aku: anak Bapak pada kemana Pak?
Bapak: Wah, mereka juga susah neng, untuk keperluan sehari-hari mereka saja kayaknya susah jadi ngga mungkin bantu Bapak. Bapak kira teh neng datang mau ngasih sumbangan ke Bapak.
Deg, dalam hati aku berkata : maafkan aku Pak, belum bisa memberikannya
Usia 71 tahun masih membuatnya tampak kuat saat harus mengayuh becak dari pagi sampai sore, sedangkan usia 22 tahun membuatku tampak lemah karena keletihan menjelajahi Bandung Jatinagor sehingga harus menginap di Bandung. Tampak tak adil.
(Pembicaraan itu memenuhi benakku sekeluarnya dari rumah itu dan menuju rumah lainnya)
Mereka menaruh harapan pada kita
Mencari alamat diper kotaan dengan keterangan yang tidak akurat ternyata sulit, sehingga langkah yang kulakukan untuk mengatasinya adalah menghubungi pemerintah setempat( Kepala RT-pen).
Ketika bertemu dengan Bu RT dia pun berkata,”Neng dapat data dari B***(salah satu instansi pemerintah). Mereka mah kalau mendata suka asal neng, data tahun-tahun sebelumnya langsung aja dimasukin sebelum diperiksa lagi, padahal orangnya sudah meninggal juga. Kalau mereka benar-benar melakukan pendataan, pasti bisa kedata orang-orang yang memang layak untuk mendapatkannya(data ini adalah jenis data penerima ‘sesuatu” dari pemerintah). Tolong ya neng, neng dan aa( salah seorang teman yang menemaniku) kan mahasiswi perpanjangan suara masyarakat kepada pemerintah, bilangin biar pemerintah benar-benar memperhatikan orang-orang yang kekurangan. Banyak pisan neng yang kekurangan, tapi kurang diperhatikan
Dan aku diam disana, menatap si ibu dengan senyuman dan anggukan. Senyuman untuk sebuah harapannya yang besar, anggukan untuk menyampaikan??apakah aku akan menyampaikannya kepada pemerintah?Ntahlah, yang pasti anggukan itu adalah persetujuan terhadap pernyataannya bahwa ada banyak orang yang tidak dipedulikan, ada banyak orang yang tidak diperhitungkan, ada banyak orang yang berkekurangan. Ada banyak….banyak teman, …
Aku ingin mengajakmu mengelilingi dan melihat mereka. Ah, tapi tak perlu jauh-jauh ke sini, bukankah di sekitarmu juga banyak. Di jalan raya,di kendaraan umum, di televise di mana-mana kau bisa menemukannya.
Aku teringat dengan keluhanku di pagi hari, aduh panas sekali hari ini. Apakah si bapak tua itu akan mengeluh ketika menarik becak? Mungkin iya untuk sehari, namun tidak untuk hari-hari selanjutnya. Apa yang akan dia makan, apa yang akan diberikan kepada cucunya jika untuk panas matahari saja dia mengeluh? Panas matahari mungkin jadi teman perjalanannya saat mencari penumpang, akan menjadi tempat ceritannya saat tidak bertemu penumpang.Ah, sungguh tidak adil fikirku. Tahukah kau bagaimana caranya agar semuanya tampak adil?
Mereka membutuhkan sumbangan. Sumbangan yang tidak hanya berupa materi. Mereka butuh sumbangan berupa perhatian, rasa sayang, dipedulikan dan diperhatikan. Aku tidak mengajakmu untuk langsung datang dan berbagi kasih sayang dengan mereka, Aku tidak memintamu untuk memberikan semua yang kau punya bagi mereka,bukan,bukan itu. Aku hanya memintamu untuk bersama-sama berfikir bagaimana agar tampak keadilan antara kenyamanan yang kita rasakan dengan keterbatasan yang mereka alami.
Keadilan yang boleh tampak dari pekerjaanmu ketika bekerja untuk pemerintah berharap hati kita bekerja untuk rakyat, sebagai “penyambung suara mereka” Keadilaan yang terlihat dari makanan yang tidak kita sisakan saat sudah merasa kenyang−karena mungkin “mereka” sering tidak kenyang− makan dengan keterbatasan. Keadilan yang nyata saat materi yang kita punya tidak terbuang untuk kesenangn belaka. Keadilan ketika senyum yang menghiasi wajah kita −ketika memperoleh benda yang diinginkan, menang dalam suatu permainan−dan senyum itu juga menghiasi mereka saat menyadari bahwa hari ini dan besok ada sesuap nasi yang bisa mereka santap. Keadilan saat kita tidak mengeluh karena “kepanasan”, karena mereka pun tudak mengeluh untuk “panas” itu…
Ah, sahabat lebih jauh dari itu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi ketidakadilan itu??
Setiap aku bercerita padamu,aku tahu kau selalu punya masukan, nah untuk hal ini, adakah yang bisa kita lakukan??

Rabu, 14 Januari 2009

uas terakhir..

hoream....
senangnya hatiku hari ini, setelah berjuang selama lebih kurang dua minggu lebih, akhirnya selesai juga uAS...
huaaa.....bersiap-siap untuk bisa tidur lama( lho???)=)
ujian terakhir hari inii, adalah MPC, dan mata kuliah ini adalah mata kuliah yang aku ulang. Sebelumnya udah ngambil dan hasilnya, bisa di tebak makanya diulang=)hehe...
harusnya ujiannya jam 08.00 teng, namun ternyata dosennya datang telat...
hmfh, dari kosan udak tarik nafas dalam-dalam, gimana ya ntar soalnya..soalnya dosennya susah di tebak kalau buat soal ( menurut cerita banyak mahasiswa yang malas mengulang mata kuliahnya dia, karena sama aja..si bapaknya susah dan rada aneh)..walalupun menurutku emang gitu sih...hehe...
contonya aja tahun lalu aku ngambil mata kuliah ini, katanya ujian open book...yah dengan PDnya, aku siap untuk ujian( karena open book jadi ngga terlalu belajar, cuman hapal halaman mana yang mungkin jadi bahan...hehe)..eh, ngga taunya pas ujian...deng..deng..deng...( kayak musik2 di film gitu..) tiba-tiba si Bapak bilang, ujiannya close book..
oh, my GOD,bisa dibayanginkan gimana aku???/alhasil mata kuliah ini pun lancar diulang semester sekarang..hehe..
Setelah nunggu 30 menit, akhirnya si BApak datang..deg-degan gitu gw, takut ngulang lagi...( tapi malamnya udah belajar dengan serius..malamnya doang tapi)hehe
degh...oh My God soalnya benar-benar jauh dari yang diperkirakan...,huhuhu...
dalam hati dapat nilai apa lagi ini...(hal serupa juga keluar dari mulut teman-temanku yang ngulang)=)( banyak yang ngulang soalnya)hoho..
eh, tak taunya karena si Bapak lagi baik, atau apa..tiba-tiba dia bilang..
Kalian boleh buka buku, tapi tidak boleh buka mulut...
ye....aaku senang...senanng banget...
haha. akhirnya ujian ini tidak berlalu seperti ujian tahun lalu...
sekarang tinggal nunggu hasilnya...
hm, aku ingat doaku talihat ntar aja yaw...hehe...
semangat...aku senang ujian telah selesai...
di pagi sebelum ujian...
Tuhan, aku menyerahkan sepenuhnya kepadaMu...berkati aku dalam ujian ini ya Tuhan...
i'l do my part and You do Your part...
and you know???God make it beautiful..
thanks GOd..You are so awesome...
sebentar lagi liburan, senangnya diriku...
pengenya sih ke Jogja, tapi pastinya

Jumat, 26 Desember 2008

don't give up..

ntah, apa yang terjadi dengan satu kosanku, tengah malam begini pada niat rame-rame ke warnet. Orang-orang sudah di alam mimpi eh kami ribut-ribut dikosan ngajakin siapa yang mau ke warnet. dan dirikupun ( ntah kenapa akhir-akhir ini susah tidur) jadi tergoda untuk ikut mereka, padahal hawa kamarku lebih menarik daripada udara dingian diluar,tapi daripada ga tau ngapain di kamar yasudah ikut aja, niatnya sih mau nyari tugas tapi ujung-ujungnya tetap aja buka fs :}

mau ngetik apa lagi yah..

namanya hidup emang ngga pernah ada orang yang bisa tahu seperti apa nantinya. Sering sekali apa yang diharapkan tidak menjadi kenyataan, bahkan sangat meleset dari pemikiran..saat menghadapi keadaan seperti itu, serasa ditindih batu yang sangat besar bahkan menyesakkan dada ( asma donk :) hehe ). ingin berlari dari kenyataan dan kalau bisa kembali ke awal dan mengganti langkah yang sudah diambil. Tapi yang namanya waktu ngga akan pernah bisa diputar ulang atau kembali ke masa yang kita inginkan ( kecuali menggunakan kantong ajaibnya doraemon:)..

tapi akhirnya aku sadar melalui kegagalan kita banyak belajar, belajar untuk tidak sombong, belajar untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri, belajar untuk tidak egoois, dan yang pasti belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama..toh, kalau semua yang kita rencanakan, semua yang kita harapkan dapat terwujud, semua yang kita impikan dapat tercapai ngga seru dong..kita ngga ngalamin saat-saat dimana kita jatuh, saat-saat kita patah semangat.. saat-saat seperti itulah saat yang tepat menguji karakter kita apakah kita kuat atau langsung jatuh.. saat-saat kita berjuang dari rasa takut gagal, dari rasa sakit akibat kegagalan dan berjuang untuk tidak terus-terusan larut dalam rasa sedih akibat gagal, saat kita mampu berjuang dan kembali memiliki semangat yang baru, memiliki rencana yang baru, bangkit dan memandang ke depan saat seperti itulah sebenarnya kita berkarakter pahlawan. PAhlawan gagah berani yang ngga pantang menyerah dan terus-menerus larut dalam sedih yang berkepanjangan. Pahlawan yang tangguh dan terus berjuang untuk melanjutkan hidupnya..pahlawan yang semakin mengenal dirinya, mengenal kelemahan dan kekuatannya,…

saat kita gagal dan menjadi sedih disitulah kita dapat melihat siapa sebenarnya orang-orang yang ada buat kita dan mensupport kita, iorang-orang yang memang mengasihi kita, orang-orang yang peduli tidak hanya menjadi teman dalam suka tapi menjadi teman yang membawa sukacita saat kita merasa sedih..
Bersyukurlah buat orang-orang yang Tuhan tempatkan dalam hidup kita. mulai dari orang-orang yang sayang dan kita sayangi, bahkan orang-orang yang menyakiti kita. Melalui mereka karakter kita akan dibentuk. saat kita disakiti, bersyukurlah, karena bukan kita yang menyakiti, kita tidak meninggalkan luka dalam dirinya sedangkan luka yang kita rasakan pasti ada penyembuhnya, bersyukurlah pernah merasakan sakit, karena ketika orang lain mengalami hal yang sama kita bisa membantunya untuk mengatasi rasa sakit yang dia alami dan membantunya untuk bangkit karena kita terlebih dahulu memenangkan rasa sakit itu.

bersyukurlah buat orang-orang yang peduli pada kita, saat kita jatuh merekalah orang0orang yang selalu ada mendukung kita dan memotivasi kita bahwa kita bisa bangkit dari rasa sakit, bisa bangkit dari kegagalan..

saat kita menyakiti orang lain, sadarilah bahwa setiap orang tidak ada yang ingin disakiti termasuk diri kita sendiri, so teruslah berjuang untuk memberi yang terbaik buat orang lain walaupun terkadang itu sulit.( oh, iya buat orang-orang yang membaca blog ini yang pernah aku sakiti maafkan diriku, maafkan kalau aku tidak bisa memberi yang terbaik buat kalian ) ..let try to give the best for everybody…
seseorang pernah berkata “the best you give the best you get:”mari sama-sama berjuang untuk melakukannya..melupakan rasa sakit, gagal dan memandang dengan tawa riang, berjalan dalam kepastian menuju masa-sama yang akan datang..

pada akhirnya aku mau bilang mengucap syukurlah dalam segala hal, mengucap syukur bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan terutama saat itu adalah sesuatu yang menyakitkan, tapi percayalah dibalik semuanya Tuhan menyediakan rencana yang terindah buat anak-anakNya, buat orang-orang yang berharap kepada Dia..

dan aku mengucap syukur buat sahabat-sahabatku, buat EIRRST ku ( teman dikala suka maupun duka )
ntah apapun yang terjadi dengan kita sekarang, semuanya itu untuk satu tujuan…
everything happen for a reason
never give up guys,,,

guru sementara...

Salah satu program
KKNku di desa adalah ngajar, ngajar ibu-ibu yagn ngga bisa baca, nulis, hitung
dan ngajar anak SD( untuk sementara beralih profesi dari mahasiswa menjadi guru
uy =P ). Hari pertama awal kami ngajar semua dengan semangat 45, sampai akhirnya
tiba di lapangan, masih semangat…

Huih, ternyata medannya cukup sulit ( medan tempur kali,
hehe),ngajarin orang-orang yang belum mengenal huruf dan angka.ngajarin mereka
cara menullis huruf , menghafalkan jenis huruf yang dipelajari .hmfh, miris
melihat kenyataan itu, sementara di amerika anak kecil ahja sudah bisa menggunakan komputer namun di Indonesia sendiri khususnya daerah KKNku masih banyak orang-orang
yang belum bisa membaca dan menulis, ternyata program belajar 9 tahun di
Indonesia masih belum terlaksana secara keseluruhan. Di daerah jawa sendiri
masih ada orang-orang yang buta huruf padahal bogor merupakan daerah yang dekat dengan daerah ibukota,
gimana lagi dengan orang-orang yang ada di daerah pedalaman Papua,

Kalimantan

dan daerah lainnya ya??

Waktu ngajarin ibu-ibunya butuh kesabaran ekstra, untuk
menuliskan huruf M aja butuh waktu lama supaya mereka bisa menulisnya dengan
baik, bahkan udah di kasih contoh juga masih salah dalam penulisannya,hurufnya
yang terbaliklah, garisnya ngga sejajar, wuish butuh keabaran yang ekstra, jadi
ingat waktu dulu ngajarin adikku diterangin tiga kali ngga ngerti juga, aku
udah mulai ngomel-ngomel, tapi lucu aja kalau aku ngomel-ngomel sama si ibu
yang aku ajarin. Bisa jadi dia berhenti ikut belajarnya, dan dia jadi ngga
bisa-bisa deh baca dan tulis.it would’n happen!!!cz tujuan kami datang ke desa
adalah meningkatkan kehidupan masyarakat tersebut, dan pastinya dengan program
ini kami membantu pemerintah mengentaskan kebodohan…

Dengan semangat
inilah aku dan teman-temanku terus berusaha dan tetap semanagt ngajar, selain itu hal tersebut dapat
melatih kesabaran kami juga….

Selain ngajarin ibu-ibu, kami juga ngajarin anak SD…

Nah, menghadapi barudak yang seperti ini beda dengan
menghadapi ibu-ibu..

Mereka masih semangat, apalagi mungkin karena belajar
dengan orang baru, tapi dalam hal inipun membutuhkan kesabaran dan energi yagn
lebih besar.Mereka bener-bener badung, waktu ngajar ada yang lari-lari, ada
yang smsan, ada yang nyanyi-nyanyi.

Ada

yang pintar tapi badung banget, ada yang dia udah ngga tahu tapi semangat
belajarnya juga ngga ada, ada yang tekun belajar sampai dia mengerti, ada juga
yang kerjanya smsan waktu kita ngajar( nah lho!!!)

Tapi kalau diikr-pikir inilah tugas kami datang ke desa ini,
kalau kami datang ke tempat yang udah maju dan pendudknya udah punya pola pikir
yang maju itu sih bukan daerah tujuan KKN, walaupun sebenarnya daerah KKnku
dekat ke kota Bogor, cumin butuh waktu 30 menit dengan naik angkot, jatinangor
bandung aja butuh waktu satu jam.Namun sepertinya jarak yang dekat dengan kota
tidak menjamin penduduknya sudah bener-bener melek huruf…

Dari situ aku menyadari betapa bersyukurnya kita-kita yang
bisa kuliah, menikmati bangku perguruan tinggi sedangkan ada orang-orang untuk
menikmati duduk di bangku SD aja ngga bisa karna keterbatasan biaya….

Namun akhirnya aku sadar ngga kebetulan Tuhan menempatkanku,
menempatkan kami ke desa ini, karena tempat ini mengajarkan banyak hal pada
kami…dan I feel something like “chemistry” in this place, especially in Bogor,
what kinds of this feeling???=P…

Semangat menjalani
hari-hari selanjutnya, just do ur best beibs…

do you know what is love??

Cerita
KKNku diwarnai dengan cinta, ada yang cinta lokasi, nyanyi-nyanyi lagu cinta,
curhat-curhat tentang masalah percintaan masing-masing(khususnya para cewek),
dan nonton film yang bertemakan cinta.

Ada satu film Indonesia
yang bercerita tentang cinta yang menimbulkan banyak komentar dari kami
(khususnya para cewek).film yang berjudul “from bandung
with love” menimbulkan sudut pandang yang berbeda diantara kami. Ada
yang bilang filmnya ngga meaning, ada yang bilang film tersebut terkadang bisa
terjadi dalam kehidupan, ada yang bilang film tersebut seperti kisahnya dia dan
masih banyak pendapat-pendapat yang lain. Inti filmnya adalah seorang cewek
yang hampir selingkuh dari cowoknya dengan alasan apa yang dia harapkan tidak
dia temukan di dalam diri cowoknya, dan
dia menemukan hal yang dia butuhkan tersebut dalam diri pria lain. Padalah
cowoknya, hm tipe pria yang setia,baik dan pengertian. Salah satu temanku memberi pendapat, alasan
seseorang bisa selingkuh adalah karena dia kurang bersyukur terhadap apa yang
dia peroleh, terus berusaha mencari yang terbaik, semetara yang lain
berpendapat, kalau emang apa yang kita inginkan itu emang tidak dapat diberikan
oleh pasangan kita kenapa harus kita paksakan untuk menjalin relasi tersebut,
toh kalau kita bisa dapat kebahagian dari orang lain emang salah….

Tidak
setia? Banyak kisah percintaan yang berakhir dengan ketidaksetiaan.

Dan
aku setuju dengan pendapat temanku, sebenarnya hal yang menyebabkan seseorang
bisa selingkuh adalah karena dia masih ingin terus mencari yang lebih baik, dan
dia belum siap menerima pasangannya apa adanya, atau mungkin karena motivasi
awalnya untuk memulai hubungan adalah hanya sekedar agar memiliki pacar,
memiliki orang yang memperhatikan dia, memiliki orang yang bisa diajak jalan
dsb.

Tapi
bisa juga karena dia belum benar-benar mengerti apa arti cinta itu….

What
is the meanung of love?salah seorang temanku bilang cinta adalah perasaan yang
kita miliki terhadap seseorang yang membuat kita mengasihi orang tersebut, ada
yang berpendapat love is commitment, kalau di film tersebut, Marsha Timothy
menyebutkan bahwa cinta adalah pertannyaan…

Banyak
kata yang dapat mendeskripsikan cinta, tergantung interpretasi seseorang
terhadap cinta tersebut….

Tapi
menurutku cinta adalah komitmen(walaupun ada orang yang beranggapan ketika
menikahlah baru bisa dikatakan itu komitmen)…

Komitmen
untuk setia terhadap perkataan yang dia ucapkan saat seseorang berkata”I love
you” terhadap orang yang dicintai, komitmen untuk mau setia dalam proses
pengenalan karakter pasangannya saat karakter tersebut tidak seperti yang dia
inginkan, komitmen untuk tidak selalu mencari yang lebih baik (karena
bagaimanpun juga jika kita masih terus mencari yang terbaik maka akan banyak
orang yang kita temui yang lebih baik), komitmen untuk mau mengingatkan
pasanganya dengan kasih saat dia tidak seperti yang diharapkan, tanpa menuntut
pasangannya berubah seperti yang dia inginkan, dan komimtmen-komitmen lainnya…

Sebenarnya
saat seeorang sudah benar-benar mengerti apa arti cinta itu sesungguhnya, maka
ketidaksetiaan tidak akan terjadi, permasalahan-permasalahan yang terjadi akan
dapat diselesaikan tanpa harus menyudahi hubungan tersebut…

Dan
kalaupun pada akhirnya hubungan itu berakhir, mungkin tidak diakhiri karena
ketidaksetiaan namun karena hal yang emang susah menemukan jalan keluarnya.

Saat kita
mengatakan cinta kepada seseorang dan menerima cinta dari seseorang, satu
pertanyaan yang mungkin bisa kita tanyakan pada diri kita sejauh apa kita
memaknai cinta itu, dan sejauh apa kita akan berjuang untuk mempertahankan
cinta itu??

Sehingga
saat kita mengerti apa makna cinta itu sebenarnya, maka kita akan tahu cara
mencintai seseorang dan akan kecil kemungkinan kita menyakiti orang yang kita
cintai….

That’s
all….

pendatang baru=)

akhirnya setelah berkali-kali buat blog dan lupa pasword karena kelamaan ngga di buka...
sekarang aku dah buat blog yang baru...
hm....
buat yang baca selamat menikmati setiap tulisanku ya...
kalau ada yang di dapat dari tulisanku syukur..
dan kalau mau ngasih masukan dengan senang hati aku terima...=)hehe...